Pemerintah Target Salurkan Dana Bergulir Rp1,9 T


Jurnas.com | LEMBAGA Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM) menargetkan penyalurkan Rp1,9 triliun pada 2013. Ketua LPDB, Kemas Danial, mengatakan, hingga 2 Juli 2013, sudah disalurkan pinjaman atau pembiayaan kepada KUMKM sebanyak Rp754,26 miliar.
"Dana kami tahun ini Rp1,9 triliun. Mudah-mudahan tahun depan bisa Rp4 triliun," kata Kemas dalam diskusi Kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan UMKM dan Membuka Lapangan Kerja di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/7).

LPDB-KUMKM berstatus Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkop UKM yang melaksanakan pembiayaan usaha untuk memperkuat Lembaga Keuangan Mikro dan pemberdayaan KUMKM. Dalam pengelolaan keuangannya, LPDB-KUMKM bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan karena sumber dana berasal dari APBN.

"Dana bergulir ini bukan hibah, tapi dana bergulir yang harus dikembalikan lagi pada LPDB," kata Kemas.

Bedanya dengan Kredit Usaha Rakyat, atau kredit perbankan, sektor usaha KUMKM yang dibiayai oleh LPDB merupakan usaha yang layak namun belum bisa mendapat akses lembaga keuangan, seperti usaha berorientasi ekspor, komoditas unggulan di daerah, dan menyerap banyak tenaga kerja.

LPDB, lanjut Kemas, sudah bersertifikasi ISO 9001. Dengan sertifikat internasional itu, LPDB harus memberi akses pembiayaan yang cepat dan mudah. LPDB memproses pembiayaan yang sudah memenuhi syarat maksimal 15 hari. Syarat pengajuan pembiayaan yakni berbadan hukum koperasi minimal satu tahun; memiliki kinerja yang baik ditunjukkan dengan Sisa Hasil Usaha positif dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dalam satu tahun terakhir; serta berbadan hukum, memiliki AD/ART, SIUP, dan NPWP.

Menurut Kemas, penyaluran dana bergulir meningkat setiap tahun. Terhitung sejak 2008 hingga 2 Juli 2013, LPDB sudah menyalurkan pembiayaan Rp3,4 triliun dengan pinjaman bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross 0,5 persen. Penyebaran tertinggi di Pulau Jawa sebesar Rp2,05 triliun, Pulau Sulawesi Rp590,1 miliar, Pulau Sumatera Rp373,5 miliar, Pulau Bali, NTT, dan NTB Rp226,5 miliar, Pulau Kalimantan Rp164 miliar, dan Pulau Maluku dan Papua sebesar Rp38 miliar.

Bunga pinjaman untuk kategori simpan pinjam sebesar 6 persen per tahun dengan jangka waktu 3 hingga 5 tahun. Sementara untuk kategori sektor riil sebesar 3 persen per tahun dengan jangka waktu 5 sampai 8 tahun. Pengajuan pembiayaan kepada LPDB juga tidak dikenai biaya apapun kecuali biaya notaris.

"Besar bunga untuk koperasi simpan pinjam 6 persen per tahun dibagi 12 bulan, menjadi 0,5 persen per bulan. Untuk sektor riil hanya 3 persen per tahun, atau hanya 0,25 eprsen perbulan. Sangat kecil. Jadi kalau koperasi dan UKM melarikan uang LPDB ini layak kami pidanakan, karena ini uang APBN," ujar Kemas.

http://www.jurnas.com/news/99225/Pemerintah_Target_Salurkan_Dana_Bergulir_Rp1,9_T/1/Ekonomi/Ekonomi

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved