Bisnis Perbengkelan Memacu Penciptaan Profesi baru

Pertumbuhan produksi dan penggunaan sepeda motor di Indonesia cukup mencengangkan. Kondisi itu menciptakan peluang baru untuk membuka usaha bengkel motor.

Data PT Astra Intenational Tbk menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor roda dua di jalan ini mencapai 30 juta – 40 juta unit. Yang pasti, hingga akhir 2008 produksi motor mencapai 6,125 juta unit pertahun.

Kenyataan itu menuntut dukungan sumber daya manusia (SDM) serta pelayanan after sales service atau perbengkelan yang professional. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya usaha perbengkelan memiliki dua aspek besar. Pertama, perlunya meningkatkan kemampuan UKM bengkel di bidang manajemen dan teknik perbaikan kendaraan. Kedua, memberikan kesempatan/peluang kerja sama usaha dalam bidang pasokan suku cadang, permodalan dan pemasaran.

Menyikapi kenyataan itu, Kantor Kementerian Negara Koperasi dan UKM, akhir Juni 2009 lalu menyelenggarakan acara Temu Konsultasi Meningkatkan Kinerja Koperasi dan UKM di Bidang Perbengkelan, yang dihadiri oleh dinas Koperasi dan UKM tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, Departemen Perindustrian, Yayasan Dana Bhakti Sastra (YDBA) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM.

Dalam sambutannya pada acara tersebut Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM bidang Produksi Muzni HA Djalil mengungkapkan, perhatian di bidang pelayanan jasa uaha perbengkelan ditujukan untuk menyerap dan menyinergikan antara kebijakan pemerintah dari sisi perindustrian dan dan para pelaku utama jasa perbengkelan.

Terkait dukungan pendanaan, pada kesempatan yang sama Mudjiono dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) pada Kementerian Koperasi Koperasi dan UKM mengungkapkan, lembaganya bertugas melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pembiayaan koperasi dan UMKM dalam bentuk pinjaman dan pembiayaan lainnya sesuai kebutuhan.

Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2009, LPDB berencana menyalurkan dana bergulir senilai Rp 883,363 miliar. Hinggan posisi Mei, lembaga ini sudah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 110 miliar. Adapun total dana yang disetujui akan disalurkan mencapai Rp 229 miliar.

LPDB mempunyai skim pinjaman, antara lain kredit usaha kecil melalui perusahaan modal ventura (PMV). Selain itu, pemberian pinjaman kepada UMKM melalui incubator bisnis. Ada juga skim pinjaman atau pembiayaan kepada UMKM melalui koperasi simpan pinjam/unit simpan pinjam. Untuk tingkat bunga pinjaman, LPDB mengikuti suku bunga acuan dari Bank Indonesia dan berkisar 8,5%-10,5% pertahun.

Terkait dengan UMKM yang akan membuka bisnis perbengkelan, pihak LPDB menyatakan tekadnya bekerja sama dengan YDBA untuk membicarakan sejumlah aspek biaya pelatihan teknisi hingga awal membuka bengkel atau kerja sama manajemen dan pola waralaba seperti bengkel AHASS. Gayung bersambut, karena pihak YDBA pun siap bekerja sama dari aspek teknis, manajemen, hingga pembiayaan menyangkut bisnis perbengekelan.

Sumber: Jurnal KUMKM (Media Indonesia), 8 September 2009

Berita Lainnya

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha…
Jakarta — Tahun 2021 menjadi momentum yang sangat baik…
Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…

Blog

JAKARTA, Jaringnews.com - Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani peraturan…
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)…
Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha…

Pengumuman

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

© Copyright 2020  – All Rights Reserved