Kemenkop Pacu Santri Wirausaha

200 TPKU peroleh bantuan masing-masing Rp100 juta
JAKARTA: Kementerian Negara Koperasi dan UKM menargetkan pengembangan 200 tempat pendidikan ketrampilan usaha (TPKU) pada periode 2010 untuk memacu penumbuhan wirausaha baru dari kalangan santri di perdesaan.

Jumlah sasaran tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan TPKU yang dikembangkan pada periode tahun ini sebanyak 100 unit.

Akan tetapi, dari nilai bantuan kepada setiap TPKU sasaran dipangkas separuhnya menjadi hanya Rp100 juta, mengingat dari sisi anggaran program tidak berubah.

Berbeda dengan tahun ini, pemangkasan anggaran untuk setiap titik sasaran membawa konsekwensi bantuan hanya diberikan dalam bentuk penyediaan peralatan dan biaya operasional.

Adapun bantuan dana pembangunan gedung TPKU yang sebelumnya diberikan, pada tahun depan akan ditiadakan. “Orientasi kami pada pengembangan TPKU pada tahun depan adalah pemerataan,” ujar Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Kementerian Negara Koperasi dan UKM, kemarin.

Oleh karena itu, lanjutnya, fokus program fasilitasi diarahkan ke daerah yang selama ini belum pernah mendapat bantuan bagi pengembangan potensi kewirausahaan. Dana bantuan dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada setiap pengembangan TPKU yang memiliki kapasitas 20 orang peserta.

Neddy mengatakan meski dana fasilitasi dikurangi besarannya, dukungan operasional tetap dilakukan secara berkesinambungan. “Sampai saat ini 814 TPKU sudah difasilitasi kementerian, jumlah siswanya mencapai 55.000 orang. Dari jumlah itu, sekitar 16.000 di antaranya berasal dari pondok pesantren.”

Mulai tahun depan, Kementerian Koperasi dan UKM menekankan kepada pengelola lembaga pendidikan (TPKU) agar lebih mengoptimalkan intensitas pendidikan. Dengan pencanangan tersebut diharapkan lahir wirausahawan tangguh.

Dengan asumsi sekitar 40 orang siswa bisa mencapai kualifikasi wirausaha muda untuk setiap tahun, program pengembangan TPKU dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, sekaligus untuk mengurangi angka pengangguran.

Sebenarnya, tutur, Neddy, jika setiap pengelola TPKU ada kesadaran untuk memanfaatkan waktu kosong dengan memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk mengikuti program pendidikan dan latihan, jumlah wirausaha baru bisa lebih tinggi angkanya dari prediksi.

“Keinginan semacam ini bisa terealisasi, jika manajemen pengelola lembaga pendidikan setempat bersedia memanfaatkan waktu kosong,” papar Neddy Rafinaldy Halim.

Wirausaha perdesaan

Sebelumnya, di Sidoarjo, Jawa Timur, Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan pada tahun ini sebanyak 41 TPKU pondok pesantren telah dibangun di 14 provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) dengan anggaran bantuan Rp8,2 miliar.

Dia menilai potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren cukup tinggi sehingga para santri perlu dirangsang dengan penyediaan TPKU agar menjadi pelaku usaha dan memunculkan kegiatan ekonomi.

“Pesantren umumnya berlokasi di perdesaan. Dengan dioptimalkannya fungsi TPKU akan dapat mengurangi laju urbanisasi, sekaligus memunculkan lapangan kerja baru,” ujarnya dalam acara penyerahan dana hibah kepada 41 yayasan pondok pesantren pengelola TPKU, masing-masing Rp200 juta.

Dalam kesempatan itu Menteri Sjarifuddin menandatangani prasasti pembangunan lima TPKU di lingkungan pesantren di Jawa Timur.

Sjarifuddin menambahkan kegiatan usaha di lingkungan pesantren akan didukung dengan kredit usaha rakyat (KUR). Dalam perkembangannya, para pengusaha ini diharapkan bisa membentuk koperasi.

“Sinergi kebijakan [pemerintah pusat dan pemda] melalui optimalisasi peran koperasi dan UMKM ini juga demi mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,5% pada 2010,” paparnya.

Selain diberikan dana hibah Rp200 juta per TPKU, para pengelola 41 TPKU dari 14 provinsi juga diberi pendidikan dan pelatihan selama 4 hari di Sidoarjo agar dapat melatih para santri menjadi calon wirausaha. Materi diklat a.l teknis pengelolaan TPKU dan penguatan kelembagaan koperasi dengan kurikulum 40 jam pelajaran.

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

Berita Lainnya

Malang — Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…
PENGUMUMAN Nomor: KP.02.0/925/Pum/Dir.1/IV/2021 HASIL SELEKSI ADMINISTRASI DAN PELAKSANAAN TES…
Pertumbuhan produksi dan penggunaan sepeda motor di Indonesia cukup…

Blog

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha…
BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Koperasi dan UKM  tetapkan 460 koperasi dari…
PALEMBANG - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan…

Pengumuman

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

© Copyright 2020  – All Rights Reserved