LPDB-KUMKM Bersinergi Dengan PLUT Untuk Menjaring Koperasi Potensial di NTB

NTB – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan New Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran New PLUT di NTB tersebut diharapkan mampu mendongkrak ekonomi usaha mikro menjadi naik kelas dengan mengembangkan kapasitas usahanya sehingga struktur ekonomi menjadi lebih tangguh dan produktif.

Demikian disampaikan Teten Masduki mengawali sambutannya saat peresmian New PLUT di NTB pada Rabu (26/1). Turut hadir, Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah, Ketua Umum DPP Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) Gita Aryadi, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo, Sekretaris Daerah selindo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi selindo, serta perwakilan United Nation Industrial Development Organization (UNIDO).

Teten Masduki mengatakan, bahwa Presiden Jokowi memintanya untuk mengevaluasi program dan kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM. Menurutnya, menurut data struktur ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun tidak banyak berubah, didominasi oleh usaha mikro yang saat ini berjumlah 99,6 persen apabila hitungan omset per tahunnya sebesar Rp2 miliar.

“Apabila bicara tentang struktur ekonomi, hal ini sangat berbahaya apalagi ekonomi Indonesia didominasi oleh sektor yang tidak produktif yakni sektor informal. Artinya program dan kebijakan KemenkopUKM boleh dikata belum maksimal untuk mengubah struktur ekonomi tersebut, dengan jumlah usaha yang naik kelas angka pertumbuhannya sangat kecil sekali,” kata Teten.

Bank Dunia telah mengingatkan Indonesia agar meningkatkan kualitas lapangan kerja untuk kelas menengah. Tingkat pendidikan semakin baik, namun penyediaan lapangan kerja pada kenyataanya masih di skala mikro. Oleh sebab itu, tanpa harus menunggu sektor industri berkembang untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, dari sisi UMKM harus di-scale up dan bertransformasi dari mikro ke makro, dari sektor informal ke formal, lanjut Teten.

Kendati pertumbuhan startup digital Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara, namun apabila tidak memiliki produk unggulan sendiri maka Indonesia akan dibanjiri produk-produk dari luar. Oleh sebab itu, dibutuhkan re-desain dari program-program yang ada, untuk program-program yang terbukti tidak berhasil mengubah struktur ekonomi tidak perlu diteruskan. Jenis pelatihan pun harus diubah dengan menerapkan pendekatan pendampingan, sehingga melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru yang memiliki kemampuan bertarung di pasar domestik dan pasar internasional.

Kehadiran New PLUT di NTB menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman. PLUT diharapkan menjadi inkubator bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk branding, menjadi tempat konsultasi, showcase, tempat business matching dan lainnya. Kerja sama dengan inkubator-inkubator bisnis, baik swasta maupun kampus, dengan pendekatan yang mampu menginkubasi, terhubung ke pembiayaan dan pemasaran.

Senada dengan Teten, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyambut baik kehadiran New PLUT di NTB. “Dengan adanya New PLUT ini diharapkan dapat berpengaruh pada UKM-UKM di NTB, khususnya UKM yang bernaung dalam wadah koperasi. Saat ini sedang berjalan proses mandatory proposal LPDB-KUMKM dari beberapa koperasi syariah di NTB,” kata Supomo.

Selain itu, Supomo berharap, agar para anggota koperasi yang produktif dapat memanfaatkan dana LPDB-KUMKM mengingat ini merupakan fasilitas pembiayaan murah dari pemerintah yang luar biasa. Dengan adanya New PLUT, UKM tidak hanya mendapatkan pelatihan konvensional saja, namun yang terpenting adalah masalah pendampingan. UKM-UKM ini perlu didampingi, agar “settle” dan dapat mengakses pembiayaan ke LPDB-KUMKM melalui wadah koperasi.

Supomo meyakini bahwa kehadiran New PLUT mampu membawa usaha mikro yang ada di NTB mampu naik kelas dan bersaing di pasar global, apalagi dengan adanya ajang kompetisi Internasional MotoGP pada Maret 2022 mendatang. New PLUT yang merupakan program Deputi Kewirausahaan KemenkopUKM yang inline dengan program LPDB-KUMKM, khususnya program Inkubator Wirausaha. LPDB-KUMKM sendiri akan terus berkolaborasi agar program-program tersebut dapat berjalan sinergi.

“Berbicara mengenai proses penyaluran pinjaman, LPDB-KUMKM telah memiliki SOP yang tegas. LPDB-KUMKM tidak memilih daerah-daerah mana yang mendapatkan pinjaman, namun lebih melihat pada kesiapan mitra itu sendiri. Sebagai contoh, kemarin saya bertemu dengan Perkumpulan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Koperasi Syariah (Kopsyah) di Provinsi NTB. Beberapa dari mereka sudah siap dengan proposal pengajuan dan bahkan ada dua kopsyah yang sedang berproses dan ditindaklanjuti di Direktorat Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM,” terang Supomo.

Dengan menerapkan SOP yang jelas dan tegas, lanjut Supomo, Pengurus Perkumpulan BMT dan Kopsyah pun memahami bahwa yang dilakukan LPDB-KUMKM jelas tujuan dan manfaatnya. Begitu pula dengan upaya pendampingan, LPDB-KUMKM mendidik koperasi agar mengetahui syarat penting berdirinya koperasi yang sehat, seperti, tata kelola yang baik, legalitas yang jelas, dan operasional yang baik.

New PLUT, Go Global

Gedung PLUT di NTB telah berdiri sejak tahun 2013, namun sejak terjadi gempa di Lombok tahun 2018 silam, perhatian terhadap PLUT itu sendiri tidak maksimal. Konsep PLUT yang sekarang telah berbeda dengan yang sebelumnya diasumsikan hanya tempat mengurus ijin UMKM, meningkatkan kapasitas usaha, dan pendampingan untuk mengakses modal usaha. Dengan hadirnya New PLUT saat ini sudah lebih dari itu, kini PLUT dilengkapi dengan tempat diskusi, bisnis matching, bisnis forum, dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri. Menurutnya, orientasi pasar saat ini lebih mengarah ke e-commerce, tidak lagi permasalahan-permasalahan biasa. Harus digitalisasi, dengan produk-produk yang diharapkan semakin go global dan go internasional.

“Oleh sebab itu, kami bersyukur dengan adanya New PLUT, besar harapan bahwa UMKM-UMKM disini dapat lebih bersaing dengan daerah lain bahkan dari negara lain. PLUT ini layaknya Klinik UMKM, dengan adanya ajang internasional MotoGP, produk-produk UMKM yang masuk namun belum maksimal akan dikurasi oleh PLUT. Produk UMKM juga akan dipamerkan di ruang showcase, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan melihat produk UMKM yang masuk ke ajang MotoGP,” kata Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, nama LPDB-KUMKM masih belum dikenal luas di masyarakat NTB. Diharapkan ke depan dilakukan sosialisasi dana bergulir secara masif ke NTB, sehingga pelaku usaha dapat lebih mengenal dan mendapat akses pembiayaan bunga murah ke LPDB-KUMKM khususnya bagi mereka yang ingin memperluas modal dan kapasitas usahanya.

NTB, 28 Januari 2022
Humas LPDB-KUMKM
www.lpdb.id

Berita Lainnya

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha…
Pemanfaatan dana bergulir yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir…
NTB – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan…

Blog

BISNIS.COM, JAKARTA--Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) mengingatkan koperasi--sebagai mitra…
Jakarta - Dalam rangka memperkuat ekosistem bisnis koperasi di…
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo berjanji mengucurkan…

Pengumuman

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 – Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

© Copyright 2020  – All Rights Reserved